Wednesday, June 20, 2007

HOREE..!! MBAH KUNG DAH GAK DIINFUS LAGI...

Menengok orang sakit adalah pekerjaan terpuji. Sebab dengan menengok orang sakit kita jadi ingat betapa mahalnya sehat itu. Dengan menengok orang sakit pula kita berharap dapat menghibur si sakit, sehingga rasa sakitnya sedikit terkurangi.

Di tempat mama caca, urusan tengok-menengok sudah menjadi tradisi. Entah itu terkait dengan menengok orang sakit, menengok orang melahirkan, menengok bocah sunatan atau sebangsanya. Jika ada orang yang kita kenal sakit, lalu kita absen menengoknya, maka kita bisa mendapat nilai minus dari teman-teman lain yang mengenalnya. Dan kita bakal dianggap sebagai orang yang tak peduli dan tak gemar melakukan kebaikan. Bukankah menengok orang sakit sama dengan melakukan kebaikan?

Nah, itulah persoalannya. Urusan tengok-menengok kemudian menjadi ribet jika si sakit yang butuh istirahat di rumah sakit, ternyata malah bertambah sibuk demi melayani tamu-tamu yang menengoknya. Dan memberi pengertian tamu-tamu itu bahwa si sakit butuh istirahat bukan persoalan mudah. Pokoknya yang namanya orang sakit ya.. mesti ditengok.

Itu juga yang dialami simbah kakung caca beberapa minggu lalu. Beliau yang sepuh dinyatakan kurang cairan oleh dokter yang menanganinya. Batuknya pun menimbulkan nyeri dan bikin susah tidur. Menurut dokter, beliau butuh istirahat di rumah sakit dan mendapat asupan makanan serta cairan melalui infus. Membawa mbah kakung ke rumah sakit bukan persoalan sulit, yang jadi persoalan justru bagaimana menyiasati agar tidak banyak orang yang tahu kalo mbah kakung lagi opname. Soalnya, gak bisa bayangin gimana makin lelahnya beliau menerima tahu yang pingin tahu kondisinya.

Setahun lalu pernah kejadian, mbah kakung opname di sebuah rumah sakit di semarang. Letak rumah sakit itu masih 4 jam perjalanan dari kampung caca. Tapi jauhnya tempat mbah kakung opname ternyata gak bikin para tamu surut langkah. Tamu dari berbagai kota datang menjenguk. Dan saat itu keluarga kelabakan menerima tamu yang berkunjung ke rumah sakit. Akhirnya, demi kesehatan mbah kakung, tamu-tamu distop meski masih jam kunjung rumah sakit.

Mengingat pengalaman itu, akhirnya kali ini keluarga memutuskan merahasiakan sakitnya mbah kakung. Tidak ada yang diberi tahu kalo mbah kakung lagi opname. Hasilnya, hari pertama aman. Tapi pada hari kedua, tamu dah mulai berdatangan. Entah siapa yang mengabarkan. Untung, hari ketiga mbah kakung udah boleh pulang. Jadilah tamu-tamu yang datang ke rumah sakit pada kecele. Lho, yang mo ditengok kok udah gak ada.
Kalo sudah begini yang untung caca juga.
“Horeee, mbah kakung udah gak diinfus. Adek bisa maen-maen di kamarnya lagi..!!”
Sehat selalu ya.. mbah...

2 comments:

isma said...

jeng, inisiatif org2 utk menengok mbah kung tanpa ada yg nyuruh apalagi paksaan, menurut Marshall McLuhan, seorang pakar komunikasi, disebut sbg "happening" (kejadian) ... hehe aku pinter to...

NoorIntan said...

hihihi.. lain ladang lain belalang... di tanah air memang kita justru diharapkan berinisiatif menjenguk orang sakit..

kalo di kampung sydney sini, terutama di antara para bule, dateng tanpa diundang biarpun mbesuk dianggap 'tamu tak diundang' dan (malahan) jadi omongan... :D

yah, bisa2nya kita aja yg harus luwes antara prinsip pribadi & lingkungan :)